Cafe Puccini

cafe puccini 2

Cafe PucciniPublish Date: December 28th, 2006

All Sound (Audio) Archives Available At: http://www.effortlessenglish.libsyn.com

My favorite spot in San Francisco is Cafe Puccini- located in the North Beach neighborhood of the city. North Beach has a long and interesting history. It was originally the neighborhood for Italian immigrants in the city- and even today it has many Italian people, cafes, and restaurants. As a kid, the famous baseball player Joe Dimaggio lived in North Beach.

The most famous period for the neighborhood, however, was in the late 1950s and the 1960s–when North Beach served as the center of San Francisco’s literary renaissance. In particular, North Beach was home to the Beat writers and poets. The Beats developed a new, free, open style of writing. They also challenged the  conservative society of America in the 50s, and helped create San Francisco’s uniquely liberal culture. Many credit the Beats as the fathers and mothers of the 1960s cultural renaissance in America.

Among the most famous Beat writers were Jack Kerouac, Allen Ginsberg, and Gary Snyder- all of whom lived in North Beach at various times in their lives. The focal point of the movement was City Lights Bookstore- owned by the anarchist poet Lawrence Ferlinghetti. In the 1950s, City Lights made history when they published Allen Ginsberg’s controversial poem “Howl”- which shocked mainstream Americans at the time. Soon after, Jack Kerouac followed with his books “On The Road” and “The Dharma Bums”—and the Beat movement was born. Ferlinghetti is still the owner of the bookstore, and City Lights is still a popular independent publisher.

And North Beach is still home to artists and writers, although it has become much more expensive and now attracts wealthier residents as well as tourists. Even though the literary scene is not what it used to be- North Beach still has many family owned cafes. You’ll find artists, writers, poets, entrepreneurs, musicians, businesspeople, and tourists relaxing together in them.

My favorite is Cafe Puccini, which is named after the Italian opera composer. The cafe owner is Italian. He often plays opera music, and every day he sits at a table in the back and chats with his friends. They hold long animated conversations in Italian, adding to the music of the place.

I go to that cafe often. I usually get a mocha, find a small table, and then write articles for Effortless English. Sometimes I study a little Spanish or Japanese. Sometimes I read. Sometimes I just watch the people walk by the windows. The staff never seems to mind that I stay a long time- they are always friendly.

On sunny days I sit at a table on the sidewalk, but now, during the winter, I stay indoors.

If you get a chance to visit San Francisco, stop by Cafe Puccini. Its located near the intersection of Columbus and Vallejo streets, in North Beach. Be sure to bring a book by Kerouac or Ginsberg. Sit, enjoy the opera music, and relax for a while. No one will hurry you.

Kafe Puccini

Tempat favoritku di San Fransisco adalah Kafe Puccini, terletak  di pantai utara dekat kota. Pantai utara punya sejarah panjang yang menarik. Awalnya pantai utara merupakan kawasan imigran Italia di kota tersebut dan bahkan saat ini banyak didiami orang-orang, kafe, dan restoran italia. Semasa kanak-kanak, pemain bisbol terkenal  Joe Dimaggio tinggal di pantai utara.

Periode paling terkenal bagi kawasan tersebut adalah pada akhir 1950-an dan 1960-an, ketika pantai utara menyandang pusat sastra dan budaya  San Fransisco. Pantai utara khususnya merupakan rumah bagi para penulis dan penyair dari Generasi  Beat. Generasi  Beat mengembangkan  gaya penulisan yang baru, bebas, dan terbuka.  Mereka juga menentang masyarakat konservatif amerika tahun 50-an, dan membantu menciptakan budaya San Fransisco yang unik dan liberal. Banyak pujian dialamatkan pada The Beats sebagai tonggak kebangkitan budaya  Amerika di tahun 1960-an.

Diantara penulis Beat yang paling terkenal adalah Jack Kerouac, Allen Ginsberg, dan Gary Snyder. Semuanya tinggal di pantai utara pada berbagai periode dalam hidupnya. Pusat perkumpulan gerakan itu adalah di Toko Buku City Light yang dimiliki oleh penyair anarkis Lawrence Ferlinghetti. Pada tahun 1950, City Lights mencetak sejarah ketika menerbitkan puisi kontroversial Allen Ginsberg “Howl” yang mengejutkan masyarakat Amerika saat itu. Segera setelahnya, Jack Kerouac mengikuti dengan buku-bukunya “On The Road” dan “The Dharma Burns”, kemudian lahirlah gerakan The Beat. Ferlinghetti masih pemilik toko buku tersebut, dan City Lights masih merupakan penerbit independen yang populer.

Dan pantai utara masih menjadi rumah bagi para seniman dan penulis, meski kawasan itu menjadi jauh lebih mahal dan kini menarik para penduduk kaya dan juga wisatawan. Walaupun pemandangan sastra tidak seperti dulu – Pantai Utara masih memiliki kafe-kafe yang dikelola keluarga. Anda akan menemukan seniman, penulis, penyair, pengusaha, musisi, pengusaha, dan wisatawan santai bersama-sama di dalamnya.

Favorit saya adalah Kafe Puccini. Kafe ini dinamai sama dengan nama seorang komposer opera asal Italia. Pemilik kafe adalah seorang berkebangsaan  Italia. Dia sering memainkan musik opera, dan setiap hari dia duduk di meja belakang dan bercakap-cakap dengan kawan-kawannya. Mereka terlibat pembicaraan seru dan panjang dalam bahasa Italia, menambah musik setempat.

Aku sering pergi ke Kafe Puccini. Biasanya aku memesan mocha, mencari meja kecil, dan kemudian menulis artikel untuk Effortless English. Kadang-kadang aku belajar sedikit bahasa Spanyol atau bahasa Jepang, kadang  membaca.  Kadang hanya menonton lewat jendela orang-orang yang sedang berjalan. Para pegawai sepertinya tidak pernah keberatan aku berlama –lama,  mereka selalu ramah.

Pada hari-hari cerah aku duduk di meja yang letaknya di trotoar, tapi sekarang selama musim dingin, aku duduk di dalam ruangan.

Jika Anda dapat kesempatan untuk mengunjungi San Fransisco, mampir ke Kafe Puccini yang terletak di dekat persimpangan jalan Columbus dan Vallejo, di pantai utara. Pastikan membawa buku Kerouac atau Ginsberg.  Duduk, menikmati musik opera, dan bersantai untuk sementara waktu. Tak seorang pun akan memburu-buru Anda.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s